Kita sudah menjalani puasa hari ke 25 (saat tulisan ini dibuat). Tidak lama lagi Ramadhan akan pergi meninggalkan kita. Tidak ada yang mampu menghalanginya agar bertahan lebih lama, dan kita mungkin baru menyadarinya atau memang tidak sadar sama sekali kalau ia pergi begitu cepat. Kini di sepuluh hari terakhir ini tiba waktunya untuk melihat atau evaluasi aktivitas dan kegiatan kita selama Ramadan ini, apakah sudah menyelesaikan target target yang telah disusun sebelum masuknya Ramadan atau justru target tersebut tidak tercapai sama sekali.

Sejatinya, sebelum Ramadan pergi kita harus menyelesaikan pogram-pogram atau target-target yang belum terlaksana, walaupun waktu yang tersisa begitu singkat, seperti mengkhatam Al- Qur’an, memperbanyak shadaqah dan lain-lainnya. Sepuluh hari terakhir ini sering diibaratkan seperti babak final dalam sebuah pertandingan, para peserta di babak terakhir semakin sedikit.

Namun, Ramadhan itu bukan pertandingan. Ramadhan adalah sebuah kesempatan yang sama dan diberikan kepada semua umat muslim. Seharusnya semua orang memanfaatkan detik-detik terakhir ini dengan baik, bukan justru mengundurkan diri kemudian berdalih tidak lulus seleksi. Perumpamaan yang salah kaprah itu berakibat serius, shaf salat semakin berkurang, sementara antrian di pusat perbelanjaan semakin mengular. Fenomena ini semakin lumrah dari tahun ketahun. Seolah sudah menjadi tradisi, karena hampir setiap akhir Ramadan suasananya selalu seperti ini.

Seharusnya, menjelang berpisah dengan Ramadan atau di 10 hari terakhir amal ibadah kita lebih dahsyat dari sebelumnya, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits riwayat Aisyah r.a disebutkan bahwa “Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim).

Semestinya hadis ini bisa menjadi motivasi untuk kita dalam menghidupkan kebaikan di sepuluh hari terakhir ini melebihi sebelumnya. Misalnya dengan mentradisikan kembali i’tikaf di masjid, menjadikannya sebagai tren di kalangan masyarakat, dan lain sebagainya. Beberapa waktu lalu ada yang memviralkan pemasangan tenda di masjid untuk i’tikaf. Silahkan, asal tidak mengurangi ruang untuk shalat berjama’ah dan tetap menjaga kebersihan.

Kini, waktu berpisah dengan Ramadan semakin dekat. Ramadan akan kembali datang pada tahun berikutnya. Sementara kita belum tahu apakah akan kembali berjumpa dengan Ramadan atau tidak. Hari-hari Ramadan akan berakhir. Lakukan yang sempurna pada saat berpisah dengannya. Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengannya dan semoga kita mendapat ampunan sebelum Ramadan pergi. Amin…

Yuk, di 10 hari terakhir Ramadhan salurkan sedekah terbaik Anda untuk saudara-saudara kita di palestina, semoga memberkahi rezeki 🙂
klik bit.ly/donasipalestinaku
——————————————–
Ustadz Nasiruddin Al Bajuri,  S. Th.I, M.Ag
Dewan Pengawas Syariah Laznas LMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *