Ulama berbeda pendapat tentang hukum qadha’ bagi muslimah yang mengalami haid ketika waktu shalat sudah masuk dan ia belum melaksanakan shalat. Terkait masalah di atas, jumhur ulama dari kalangan Madzhab Maliki, Syafi’i dan Hambali berpendapat wajib mengqadha’ shalatnya.

Di dalam Madzhab Syafi’i dijelaskan bahwa jika sudah masuk waktu shalat seukuran melakukan shalat fardhu dan ternyata haid sebelum
melaksanakannya maka seorang wanita harus mengqadha’ shalat tersebut. (Mughni al-Muhtaj 1/132).

Sementara dalam Madzhab Hanbali dijelaskan bahwa meskipun hanya seukuran melakukan takbirotul ihram dari masuknya waktu
shalat, maka shalat tersebut sudah wajib qadha’. (Kassyaf al-Qanna’ 1/259).

Syekh Utsaimin mengikuti pendapat jumhur ulama dalam hal wajibnya qadha’. Ia mengatakan bahwa seorang wanita yang
belum melaksanakan shalat sementara waktu shalat sudah masuk seukuran satu rakaat maka shalat tersebut wajib
diqadha’. (Su’al wa Jawab fi Ahkam alHayd, 133).

Sedangkan Madzhab Hanafi berpedapat tidak wajib mengqadha’ shalatnya. (alMawsu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah
18/316). Pendapat ini diikuti oleh Syekh Ibn Baz. Ia mengatakan bahwa wanita yang haid dan belum melaksanakan shalat maka
kewajiban shalat tersebut gugur dan ia tidak wajib mengqadha’ selama ia tidak lalai. Namun jika haid tersebut datang di
akhir waktu shalat sementara ia belum melaksanakan shalat tersebut maka wajib mengqadha’ karena sudah dianggap lalai.
Ibn Baz menambahkan meskipun wanita yang tidak lalai tidak wajib mengqadha’ shalat tersebut tapi jika mengqadha’nya
itu lebih baik. (Fatawa Nur ‘ala al-Darb 7/205).

Dalam masalah ini sebaiknya mengikuti pendapat jumhur ulama yang mengharuskan qadha’ shalat untuk lebih
berhat-hati.

Allahu a’lam Bishawab

Oleh:
Ustadz Nasiruddin Al Bajuri, S. Th.I, M.Ag
Dewan Pengawas Syariah Laznas LMI


LAZ Nasional LMI Jakarta 
Jalan Desa Putera No.5 RT 1 RW 17, Kel. Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan
www.zakato.co.id | Hotline: 0823 3770 6554
SK Kementrian Agama Republik Indonesia No. 672 Tahun 2021
SK Nazhir Wakaf Uang BWI No. 3.3 00231 Tahun 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *